07 Februari 2010

proumedia: Makin Sehat Dengan Berjilbab

proumedia: Makin Sehat Dengan Berjilbab Read More.......

14 Desember 2009

"DIET EFEKTIF BERDASARKAN GOLONGAN DARAH ANDA"

Hampir setiap orang pada dasarnya ingin tampak langsing. Sayangnya, banyak yang suka memperolehnya dengan cara pintas yang singkat meskipun ongkosnya mahal. Teknologi kedokteran modern memang mampu mengubah seseorang menjadi tampak lebih muda, lebih cantik, dan lebih langsing dalam waktu yang relatif singkat. Walaupun mereka sendiri sadar bahwa cara ini mengandung risiko atau efek samping dan hanya dapat dilakukan pada bagian tubuh tertentu saja.

Ada lagi yang lebih suka mengikuti metode-metode penurunan berat badan melalui berbagai sarana media sampai yang dianjurkan para pakar gizi terkenal melalui konsultasi pribadi, seminar-seminar, maupun buku-buku tentang diet.

Meningkatnya tren penurunan berat badan belakangan ini juga meningkatkan produksi obat-obatan, dan makanan pengganti yang dipropogandakan sebagai makanan pelangsing yang sehat dan bergizi tinggi. Padahal Anda sendiri pun mungkin tahu jika produk-produk tersebut umumnya membantu menekan rasa lapar untuk sementara waktu, dan sama sekali tidak dapat diandalkan untuk merampingkan tubuh dalam jangka panjang. Dan ironisnya, tidak sedikit dokter atau ahli gizi yang suka menganjurkan produk-produk semacam itu atau cara-cara tertentu kepada pasien-pasien yang datang dengan keluhan kelebihan berat badan.

Sebenarnya, hal ini dimulai dengan kebiasan makan yang ada. Kebiasaan makan yang diperoleh semasa remaja, setelah dewasa akan berdampak pada kesehatan dalam fase kehidupan selanjutnya, setelah dewasa dan berusia lanjut. Ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi mengakibatkan pertambahan berat badan. Kegemukan yang muncul pada usia remaja cenderung akan berlanjut hingga dewasa, dan lansia.

Setelah dewasa, orang mulai menyadari berat badan lebih yang mengganggunya. Gangguan ini bisa dirasa dengan bermunculannya penyakit degeneratif akibat kegemukan. Atau bahkan sulitnya melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan kondisi fisik yang kurang mendukung. Atau bahkan ketidakpercayadirian yang tinggi, bisa berakibat stres yang berkepanjangan.

Dalam buku pertama saya ini, saya mengulas tentang pro dan kontra yang terjadi terhadap salah satu metode diet yang ada yaitu DIET GOLONGAN DARAH. Seperti kita ketahui bahwa diet golongan darah masih mendapatkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Belum adanya penelitian lebih lanjut mengenai metode diet ini sehingga belum terbukti secara medis.

Kalau mau tahu lebih lanjutnya, silahkan baca buku saya yang berjudul "DET EFEKTIF BERDASARKAN GOLONGAN DARAH ANDA" yang diterbitkan oleh Diva Press, Desember 2009. Selamat menikmati!!!


Read More.......

04 Desember 2009

ESENSI DARI TAQORRUB ILALLOH


Banyak cara bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Dan dari sekian banyak cara tersebut adalah dengan mengikuti tarekat tertentu. Keikutsertaan kita dalam satu tarekat tertentu merupakan wujud dari keinginan kita untuk bisa lebih dekat kepada Allah swt.

Keinginan untuk dekat dengan Tuhan merupakan bukti dari adanya kesadaran beragama. Dan memang sudah menjadi fitrah manusia, akan adanya kebutuhan agama dalam dirinya. Kesadaran beragama ini sudah ada sejak manusia masih berada dalam kandungan sang ibu. Dan dengan adanya kesadaran beragama dalam diri masing-masing, menjadi pendukung kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Sebenarnya, inti dari sebuah tarekat itu bukanlah terletak pada tarekatnya. Karena, banyak kita lihat kasus yang menunjukkan adanya kesalahan-kesalahan atau pembelokan pengikutnya dari ajaran tarekat yang ada. Misalnya, menduakan syariat daripada ajaran tarekat. Atau bahkan sampai meninggalkan ajaran syariat demi pelaksanaan ajaran tarekat. Hal ini yang mampu merusak nilai-nilai dari tarekat tersebut.

Oleh sebab itu, ada dua esensi penting dalam pelaksanaan tarekat tersebut. Pertama, niat yang tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah swt dan karena ingin mendekatkan diri kepada Allah swt. Jika ada penyalahgunaan niat mengikuti tarekat maka yang diharapkan bisa jauh dari kenyataan. Misalnya, mengikuti tarekat dengan niat ingin kaya. Hal ini tentunya tidak benar. Penyalahgunaan niat ini memang harus sangat diperhatikan karena niat adalah pokok dari semua perbuatan.

Esensi yang kedua dari tarekat itu adalah istiqomah. Pengamalan istiqomah memang masih sangat sulit dilaksanakan. Terkadang ia masih berupa konsep yang tertulis dalam buku-buku ilmiah. Akan tetapi, dalam pengamalan tarekat sendiri, hal ini sangat penting. Karena dengan melakukan ibadah yang berkesinambungan dan rutin, maka akan diperoleh nikmatnya dekat bersama Allah swt. Pelaksanaan ibadah yang sedikit tetapi konsisten akan terasa lebih berharga daripada ibadah yang banyak namun jarang.

Selanjutnya, saya memandang bahwa kedekatan dengan Allah dapat swt kita peroleh dengan berbagai cara, tidak hanya dengan mengikuti sebuah tarekat. Selama kita melaksanakan dua esensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, maka nikmat dekat dengan Allah swt akan bisa dirasakan. Fungsi tarekat adalah sebagai wadah dan sarana dalam pelaksanaan kedua esensi tadi. Ketika Anda tidak berpegang teguh pada niat dan istiqomah, maka tarekat tidak bisa menjamin Anda akan dekat dengan Allah swt. Semoga bermanfaat!


By : Mukhlidah Hanun Siregar

Mengikat makna dari hasil pengajian CSS Mora UIN Jakarta

04 Desember 2009

20.00 wib

Read More.......

05 Oktober 2009

Model sukses yang baru menurut para pakar pendidikan

Dikutp dari Milis Yahoo...



Model sukses yang baru menurut para pakar pendidikan yang berkiblat pada pembelajaran kreatif adalah ,... menemukan gaya sendiri. Belajar seumur hidup dengan gaya sendiri, setiap kita mempunyai target untuk sukses dalam belajar. Menurut hemat saya kesuksesan selalu wajib diiringi oleh belajar dan memahami konsep diri. Banyak kendala yang ditemukan jika kita selalu menerapkan pengajaran atau pembelajaran tradisional, baik untuk diri kita atau orang lain. Ada 6 hal yang harus diperhatikan :

1. Pengenalan diri
Banyak siswa yang mendapat masalah dalam belajarnya, dan banyak orang yang merasa sulit untuk memepertahankan kinerja , kenapa ? sebabnya adalah terletak pada pemahaman seseorang terhadap dirinya sendiri, gaya potensinya dan konsekuensi- konsekuensi yang ditimbulkan. Pengenalan pribadi ini penting dalanm kehidupan pribadi dan profesional seseorang

2. Bekerja dan belajar tanpa stres dan selalu gembira
Menemukan gaya belajar sendiri dapat mengurangi tingkat stress yang ada dan digantikan dengan kegembiraan yang jauh lebih besar

3. Menemukan kebutuhan belajar yang sesungguhnya
Kedua langkah telah diperoleh,.. . maka kini tinggal merayakan kesuksesan.. . karena belajar beriringan dengan kebutuhan diri dan kebutuhan yang sesungguhnya, tidak ada lagi keterpakasaan dan tekanan yang berujung pada perubahan sikap yang lebih baik pada pembelajaran .

4. Memanfaatkan Preferensi gaya kita sendiri yang unik
efek positif yang timbul adalah pemanfaatan preferensi gaya beljar yang unik, sehingga akan membawa kita menjadi suka belajar seumur hidup.

5. Pemahaman terhadap keragaman manusia

Seorang guru / pelatih/ siswa/ mahasiswa akan saling memahami akan keberagaman setiap manusia, sehingga semua orang akan menjadi lebih efektif dalam hubungan interpersonal.

6. Pembelajar Seumur hidup yang sukses

Akhirnya ketika kita sebagai guru/ pelatih/ siswa/mahasiswa/ pekerja mengenal potensi, gaya unik, dan cara kita menyerap informasi secara efektif dengan otomatis akan mencapai tujuan sebgai suatu spesies atau komunitas PEMBELAJAR SEUMUR HIDUP YANG SUKSES DENGAN GAYA MEREKA ATAU KITA SENDIRI .

Selamat menemukan modal sukses yang baru , dari diri kita sendiri...!

Read More.......

GERAKAN ANTI STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ODHA MERUPAKAN BENTUK HAMBATAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI INDONESIA

Beberapa tahun belakangan, angka kasus endemi HIV/AIDS meningkat tajam di seluruh Indonesia. Wabah ini terutama dipicu oleh para penyalahguna narkoba suntik dan para pekerja seks komersil. Akibatnya, resiko tertular pada anak muda di Indonesia menjadi semakin tinggi, bahkan terkadang seorang anak yang lahir ke bumi sudah divonis menderita AIDS. Maka wajar jika kemudian para ahli epidemiologi Indonesia dalam kajiannya memproyeksikan pada tahun 2010 jumlah kasus AIDS menjadi 400.000 orang dengan kematian 100.000 orang dan pada tahun 2015 menjadi 1.000.000 orang dengan kematian 350.000 orang, angka yang sangat besar.

Kecenderungan menunjukkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan beresiko mengalami epidemi yang lebih besar. Peningkatan kasus penularan HIV di kalangan kelompok beresiko di beberapa daerah di Indonesia menjadi salah satu indikator potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan.

Namun, epidemi tidak hanya menimpa kelompok rentan saja. Hal ini terlihat dengan adanya laporan pada bulan April lalu, dimana seorang bocah berusia enam tahun, harus dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Medan. Kasusnya tak lain adalah terjangkit virus HIV dan telah menderita AIDS. Bocah perempuan ini terpaksa dibawa ke RSU Pirngadi karena kondisi kesehatannya memburuk dalam sepekan terakhir akibat mengidap HIV/AIDS positif.

Menyedihkan, mendapatkan kasus HIV/AIDS ini pada anak balita. Kasus ini sudah cukup berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan di Medan sendiri sudah ada lima anak yang dirawat karena menderita HIV AIDS. Dilaporkan bahwa mereka tertular dari ibu yang sudah menderita AIDS.

Kisah di atas memang sebagian kecil dari anak-anak yang terkena HIV/AIDS. Masih banyak kasus lain yang tidak disebutkan. Hal ini dikarenakan hanya sebagian kecil saja yang mau membawa korban ke rumah sakit untuk dirawat. Bahkan ada orang tua yang menyembunyikan anaknya yang terkena HIV/AIDS. Sehingga kasus ini seperti fenomena gunung es yang hanya terlihat di bagian puncak saja. Hanya sebagian kecil saja yang tercatat karena melapor, sedangkan yang lainnya bersembunyi dalam penderitaan yang tiada diketahui petugas kesehatan.

Jika ditelaah lebih mendalam, ternyata kurangnya pengetahuan masyarakat sangat berperan dalam mempengaruhi ketidakmauan masyarakat membawa anaknya atau anggota keluarga lain untuk dirawat di rumah sakit. Kekurangtahuan ini akhirnya menimbulkan berbagai sikap yang tidak layak terhadap penderita AIDS. Misalnya saja stigma dan diskriminasi yang masih berlaku di beberapa kalangan. Dan tentunya ini akan sangat mengganggu para penderita AIDS yang ingin hidup nyaman dalam masyarakat. Bahkan karena adanya kecenderungan didiskriminasikan, maka orang tua pun menyembunyikan anaknya yang mengidap HIV/AIDS, dan tidak pernah membawanya ke pelayanan kesehatan.

Masyarakat masih beranggapan bahwa HIV/AIDS ini bisa tertular melalui ludah, udara, bersentuhan, dan lain-lain, layaknya penyakit menular seperti TB, cacar, dan demam berdarah. Dengan pandangan tersebut, masyarakat cenderung mengisolasi para Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam pergaulan. ODHA sering diperlakukan tidak selayaknya dalam masyarakat. Seperti yang terjadi pada seorang anak yang datang ke rumah sakit Pirngadi di Medan. Ia diusir dari rumahnya bersama abangnya. Karena masih adanya anggapan salah terhadap cara penularan HIV. Padahal, anak-anak itu merupakan yatim piatu yang telah ditinggal kedua orang tuanya yang meninggal karena terjangkit HIV.

Kejadian ini cukup menyedihkan, dimana seharusnya anak-anak tersebut dijaga agar dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Mereka juga seharusnya diberikan hak-hak yang sama dengan yang lain seperti perawatan kesehatan. Namun, hal itu harus terganggu karena adanya pendiskriminasikan terhadap ODHA dalam lingkup pergaulan.

Terkadang, sikap stigma dan diskriminasi ini tidak hanya diterima dari masyarakat. Bahkan, seorang petugas medis pun terkadang merasa risih ataupun enggan untuk dekat dengan penderita HIV. Mereka takut tertular penyakit yang mematikan ini. Hal ini memang diakui Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei, Kadis Kesehatan Medan dr Edwin Effendi dan Ketua IDI Wilayah Sumut dr Rustam Effendi, saat menangani kasus anak tadi. Diskriminasi dari tenaga medis tentunya akan sangat berefek pada penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. ODHA akan semakin terpuruk dan tidak mendapat tempat di pelayanan kesehatan.

Perlunya sosialisasi penyakit HIV/AIDS kepada semua kalangan

Sebenarnya ada hal yang dilupakan oleh pemerintah dalam menanggapi masalah ini. Selama ini pemerintah lebih fokus pada tindakan kuratif yang lebih terkait dengan ODHA, sedangkan tindakan terhadap masyarakat luas masih cukup minim. Hal ini menyebabkan masyarakat buta pengetahuan tentang HIV/AIDS. Akhirnya, kekurangan informasi ini menyebabkan munculnya sikap stigma dan diskriminasi pada ODHA. Dan hal ini juga yang mendasari masyarakat mengambil tindakan untuk mengusir sang anak (di atas) dari kampungnya.

Sosialisasi ini seharusnya diberikan kepada semua kalangan baik dari remaja dan dewasa laki-laki dan perempuan, khususnya pada kelompok yang rentan terjangkit HIV seperti ibu hamil, anak-anak pengguna narkoba serta perempuan seks komersial. Bukan hanya di daerah perkotaan tetapi harus meliputi daerah pedesaan yang jauh dari perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu yang diberikan juga harus menyeluruh serta terus menerus. Masyarakat harus tetap dibimbing agar mereka memiliki pedoman terhadap informasi penyakit ini.

Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan penyuluhan di seluruh daerah Indonesia. Penyuluhan ini nantinya ditanggungjawabi oleh Puskesmas atau pelayanan kesehatan setempat. Sekaligus, puskesmas atau pelayanan tersebut harus bisa melayani masyarakat yang ingin mengetahui informasi tentang HIV/AIDS. Sosialisasi ini harus dilakukan terus menerus, jangan hanya sekali atau dua kali. Karena terkadang masyarakat akan lebih peka jika hal tersebut sering disampaikan. Penyampaiannya juga harus disesuaikan dengan keadaan di daerah tersebut. Jangan sampai sosialisasi ini diadakan pada hari kerja yang berujung pada ketidakhadiran sebagian masyarakat dengan alasan bekerja. Maka sebagai petugas kesehatan harus bisa menyesuaikan dengan masyarakat setempat.

Sosialisasi yang lebih utama juga harus dilakukan kepada para tenaga medis. Karena pendiskriminasiaan juga datang dari kalangan ini. Seperti disebutkan di atas, mereka cenderung enggan merawat penderita AIDS, dengan alasan yang tidak ilmiah. Padahal seharusnya mereka menunjukkan rasa empati kepada pasien ODHA ini dan memberikan pelayanan serta motivasi agar tetap mau bertahan.

Sosialisasi untuk tenaga kerja harus dilakukan di setiap daerah dengan koordinasi dari pemerintah. Misalnya dengan melakukan seminar atau workshop yang terkait dengan HIV/AIDS dan diharuskan bagi seluruh tenaga medis. Hal ini bisa dilakukan pada tenaga medis di rumah sakit, puskesmas, dan pelayanan kesehatan lainnya. Dengan demikian, akan menambah pengetahuan bagi para tenaga medis. Dan diharapkan mereka bisa menghapuskan sikap stigma dan diskriminasi terhadap pasien HIV/AIDS.

Ke depan, diharapkan sosialisasi ini dapat menyelesaikan permasalahan stigma dan diskriminasi penderita HIV/AIDS. Sehingga ODHA tetap bisa mendapatkan hak-haknya sebagaimana penduduk yang lain. Apalagi pada pasien anak-anak, yang tidak tahu apa-apa harus menerima diskriminasi dari orang-orang di sekitarnya. Sebagaimana wujud kepedulian kepada para ODHA, mari kobarkan ANTI STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ODHA!!!

Bahan bacaan :

Read More.......

29 September 2009

BAZAR BUKU MIZAN, BEDAH BUKU "REINKARNASI" DAN LOMBA RESENSI "REINKARNASI" KARYA SINTA YUDISIA

Hadirilah acara seru ini, Bedah Buku "REINKARNASI" buku teranyar dari seorang penulis hebat, yang memenangkan beberapa penghargaan yaitu Sinta Yudisia. Penulis ini peraih penghargaan sebagai "PENULIS TERPUJI 2009 FLP", juga peraih penghargaan sebagai "PENULIS BUKU BEST -SELLER THE ROAD TO THE EMPIRE" dan juga peraih IBF Award 2009.


Acara akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu/10 Oktober 2009
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Tempat : Student Center (SC) Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta)
Bersama : Sinta Yudisia (Penulis Buku Reinkarnasi) , Jamal D. Rahman (Redaktur Majalah Horison)
dan Abdul Mujib (Guru Besar Psikologi Islam)*


*Masih dalam Konfirmasi


Fasilitas yang kamu dapat:

*Sertifikat
*Snack
Door Prize

*Hanya untuk 100 pengunjung pertama

GRATIS!!!!!


AYO HADIRI ACARA BEDAH BUKU "REINKARNASI" BERSAMA SINTA YUDISIA, JAMAL D.RAHMAN DAN ABDUL MUJIB.
JANGAN LUPA IKUTI JUGA LOMBA RESENSI BUKUNYA JUGA(REINKARNASI)



LOMBA RESENSI BUKU REINKARNASI

DAPATKAN HADIAH TOTAL Rp.1.000.000, - (DALAM BENTUK BUKU) + SERTIFIKAT



Syarat dan Ketentuan Lomba:



1. Buku yang diresensi adalah buku "REINKARNASI" karya Sinta Yudisia

2. Lomba Terbuka untuk Umum Kecuali Panitia.

3. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. diketik 2 spasi 5000-6000 karakter, Times New Roman, 12pt.

4. Naskah yang dikirim adalah asli, bukan jiplakan berupa hard copy.

5. Naskah disertakan biodata peresensi dengan lembaran terpisah.+ foto Copy Identitas

6. Pengiriman resensi disertakan dengan kwitansi pembelian buku.

7. Naskah diterima Panitia Lomba Resensi paling lambat tanggal 8 Oktober pukul 16.00 WIB

8. Naskah dikumpulkan di stand Pendaftaran FLP Ciputat di Lapangan Parkir Student Center UIN Jakarta (Bazar Mizan Goes To Campus) atau hubungi Gufron (0857 80110374).

9. Pemenang Lomba akan diumumkan pada Rangkaian acara Bedah Buku REINKARNASI dan Technical Meeting FLP Ciputat yaitu pada tanggal 10 Oktober 2009.

10. Seluruh Naskah menjadi hak panitia dan tidak ada surat menyurat

11. Keputusan panitia bersifat final dan mengikat.



KUNJUNGI JUGA BAZAR BUKU MIZAN

DISKON SAMPAI 70 %


IKUTI JUGA LOMBA TEBAK JITU DAN DAPATKAN HADIAH


HP DAN FLASH DISK...


TUNGGU APALAGI!!!!


KUNJUNGI KAMI SETIAP HARI

MULAI TANGGAL 5-10 OKTOBER DI LAPANGAN STUDENT CENTER UIN JAKARTA!!!


DON'T MISS IT!!!

Read More.......

BAZAR BUKU MIZAN, BEDAH BUKU "REINKARNASI" DAN LOMBA RESENSI "REINKARNASI" KARYA SINTA YUDISIA

Hadirilah acara seru ini, Bedah Buku "REINKARNASI" buku teranyar dari seorang penulis hebat, yang memenangkan beberapa penghargaan yaitu Sinta Yudisia. Penulis ini peraih penghargaan sebagai "PENULIS TERPUJI 2009 FLP", juga peraih penghargaan sebagai "PENULIS BUKU BEST -SELLER THE ROAD TO THE EMPIRE" dan juga peraih IBF Award 2009.


Acara akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu/10 Oktober 2009
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Tempat : Student Center (SC) Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta)
Bersama : Sinta Yudisia (Penulis Buku Reinkarnasi) , Jamal D. Rahman (Redaktur Majalah Horison)
dan Abdul Mujib (Guru Besar Psikologi Islam)*


*Masih dalam Konfirmasi


Fasilitas yang kamu dapat:

*Sertifikat
*Snack
Door Prize

*Hanya untuk 100 pengunjung pertama

GRATIS!!!!!


AYO HADIRI ACARA BEDAH BUKU "REINKARNASI" BERSAMA SINTA YUDISIA, JAMAL D.RAHMAN DAN ABDUL MUJIB.
JANGAN LUPA IKUTI JUGA LOMBA RESENSI BUKUNYA JUGA(REINKARNASI)



LOMBA RESENSI BUKU REINKARNASI

DAPATKAN HADIAH TOTAL Rp.1.000.000, - (DALAM BENTUK BUKU) + SERTIFIKAT



Syarat dan Ketentuan Lomba:



1. Buku yang diresensi adalah buku "REINKARNASI" karya Sinta Yudisia

2. Lomba Terbuka untuk Umum Kecuali Panitia.

3. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. diketik 2 spasi 5000-6000 karakter, Times New Roman, 12pt.

4. Naskah yang dikirim adalah asli, bukan jiplakan berupa hard copy.

5. Naskah disertakan biodata peresensi dengan lembaran terpisah.+ foto Copy Identitas

6. Pengiriman resensi disertakan dengan kwitansi pembelian buku.

7. Naskah diterima Panitia Lomba Resensi paling lambat tanggal 8 Oktober pukul 16.00 WIB

8. Naskah dikumpulkan di stand Pendaftaran FLP Ciputat di Lapangan Parkir Student Center UIN Jakarta (Bazar Mizan Goes To Campus) atau hubungi Gufron (0857 80110374).

9. Pemenang Lomba akan diumumkan pada Rangkaian acara Bedah Buku REINKARNASI dan Technical Meeting FLP Ciputat yaitu pada tanggal 10 Oktober 2009.

10. Seluruh Naskah menjadi hak panitia dan tidak ada surat menyurat

11. Keputusan panitia bersifat final dan mengikat.



KUNJUNGI JUGA BAZAR BUKU MIZAN

DISKON SAMPAI 70 %


IKUTI JUGA LOMBA TEBAK JITU DAN DAPATKAN HADIAH


HP DAN FLASH DISK...


TUNGGU APALAGI!!!!


KUNJUNGI KAMI SETIAP HARI

MULAI TANGGAL 5-10 OKTOBER DI LAPANGAN STUDENT CENTER UIN JAKARTA!!!


DON'T MISS IT!!!

Read More.......